RSS

RUMAH DIBALIK RUMPUT LIAR

Ada dua orang anak kecil yang sedang berjalan di suatu jalan yang berdebu. Mereka menemukan sebuah bangunan tua dengan jendela-jendela yang pecah kacanya. Warna dindingnya sudah amat kusam dan rumput sudah tumbuh tinggi mengelilingi bangunan tua itu. Kedua anak itu tetap ingin memasuki bangunan itu. Mereka membuka pintunya yang hampir tak dapat dibuka karena engselnya sudah rusak.
Ternyata bangunan itu adalah sebuah gereja yang sudah lama tidak digunakan lagi. Bangku-bangkunya penuh dengan debu dan kotoran, sedangkan meja mimbarnya masih terdapat sebuah Alkitab di atasnya. Disamping itu juga masih terdapat kantong kolekte dan beberapa buku puji-pujian di atas lantai. Agaknya gereja ini ditinggalkan dengan tergesa-gesa. Di sudut sana masih terdapat sebuah piano yang ketika itu pasti masih dapat mengeluarkan banyak sekali puji-pujian yang merdu. Kemudian kakak beradik, Billy dan Tommy, memandang satu dengan yang lain.
“Mengapa kita tidak membersihkan gereja ini?”
Mulailah mereka menyapu dan mengepel lantainya serta mengumpulkan kaca-kaca yang pecah. Selanjutnya mereka memotong rumput yang sudah terlampau panjang. Akhirnya mereka menggantung kembali papan nama gereja yang sudah jatuh di antara rerumputan itu.
Selanjutnya mereka pulang. Ternyata ayah mereka sudah tidak nampak lagi, sedangkan ibunya berada di belakang menangis karena ayah mereka menyakitinya seperti biasa.
“Mama, janganlah menangis, hapuslah air matamu, mama”, kata si kecil Billy, ” sebab kami punya sebuah kejutan jaraknya sekitar 1,5 km dari sini”, sambung Tommy.
Mereka menarik tangan ibunya sehingga membuat ibu mereka berlari dengan mereka. “Ada apa, sih, apa yang kalian telah lakukan?”, tanya ibu mereka.
Akhirnya mereka sampai di bangunan tua yang tersembunyi di balik rerumputan liar itu. Dan di tempat itulah mereka berdiri di depan sebuah gereja dusun yang nampak seperti sedia kala.
“Mam, mengapa mama menangis?”, tanya anak-anaknya.
“Kami mengira telah membuat mama senang.”
Ibu mereka menjawab, “Memang anak-anakku, sekarang diamlah dan dengarkanlah dengan seksama.”
Mereka semua diam, dan terdengarlah oleh mereka suara seseorang dari dalam gereja itu. Suara ayah mereka yang sedang berdoa dengan kepala tertunduk.
“Ampunilah aku, ya Tuhan! Ampunilah aku! Aku tidak layak menerima kasihMu! Berikanlah aku TerangMu supaya aku dapat keluar dari kegelapan untuk memperoleh keselamatanMu. Aku telah tersesat dan telah menjalani hidupku dengan salah, sampai aku menemukan gereja ini, tempat di mana semestinya aku berada. Berkatilah, Tuhan berkatilah mereka yang telah membuatku melihat kembali gereja kecil yang tersembunyi di balik rerumputan liar ini.”
Kemudian ia menengadahkan kepalanya dan kedua tangannya terangkat untuk mengundang dua anak kecil dengan wajah kotor disertai istrinya yang mendampingi mereka. Mereka berlari menubruk ayah sekaligus suami dalam satu pelukan erat sambil mengeluarkan air mata.
“Janganlah khawatir, anak-anakku, aku kini bukan lagi ayah kalian yang dulu kalian kenal. Sekarang, segala sesuatu telah menjadi lain. Bersuka citalah dan marilah kita mengumpulkan orang-orang supaya mereka mau mengunjungi gereja kecil ini lagi.”
Mereka berbahagia, karena Tuhan telah mengembalikan ayah mereka, dan itulah yang lebih berharga dari pada seluruh emas di dunia. Pada hari Minggu, semua bangku penuh dengan pengunjung dan semua terlihat bergembira, terutama dua orang anak kecil yang telah menemukan gereja tua di balik rerumputan liar ini yang tak terlihat oleh orang.
Tidak ada sesuatu yang sukar dicari… bila anda berjalan dengan Terang Bapa Surgawi!

HIDUP SUCI

1 Petrus 1:16 - Sebab ada tertulis: Kuduslah kamu sebab Aku kudus.

Apa yang terpenting di dalam kehidupan orang Kristen??? Dalam artikel minggu yang lalu saya menulis tentang Buah-buah Roh. Begitu kita menerima Yesus Kristus di hati kita, kita menjadi anak-anakNya. Buah-buah Roh ada di dalam kita dan kita disebut sebagai orang Kristen. Begitu orang dunia mendengar kata “Kristen” mereka langsung beranggapan bahkan cenderung menghakimi bahwa kita adalah orang suci. Sebagai orang Kristen kita dikatagorikan orang mulia, jika kita berbuat salah sedikit saja, orang langsung mengutuki kita. Oleh karena mereka sudah mempunyai target nilai tertentu untuk orang Kristen.
Penilaian ini tidaklah salah. Sebab memang seharusnya sebagai orang kristen, kita hidup suci. Tuhan pun berharap kita dapat berbuat lebih baik dari orang-orang dunia (Yakobus 3:1). Sahabat yang terkasih, sebagai orang Kristen perbuatan kita maupun perkataan yang keluar dari mulut kita haruslah memiliki ciri khusus, yaitu sebagai orang yang memiliki Buah Roh.
Jika perbuatan kita sama saja dengan orang-orang dunia (cepat tersinggung, cepat marah, tidak setia pada istri/suami, iri hati, gossip, mengumpat kalau macet,....dll) jangan mengaku bahwa kita adalah orang Kristen. Orang harus dapat membedakan antara anak-anak Kristus dan yang belum menerima Kristus. Saya harap orang-orang yang belum mempunyai Yesus dalam hidup mereka terpacu untuk memiliki keinginan mengenal dan menjadi anak-anak Kristus dengan melihat dari semua aspek kehidupan kita, karena kita “berbeda”.
Seperti yang dikatakan dalam Rom 12:2 - Janganlah hidup kita sesuai dengan pola dunia ini, tapi rubahlah cara berpikir anda. Mulailah dengan pikiran, perbuatan, kebiasaan yang sesuai dengan FirmanNya yang nantinya menjadi sifat kita yang membawa kita ke tujuan yang sudah ditentukan...
Jadi apa yang terpenting di kehidupan orang Kristen??? Berbuahlah supaya orang-orang disekitar kita dapat melihat dan memetik buah-buah yang kita hasilkan.

HIDUP KITA ADALAH SURATAN KRISTUS YANG TERBUKA. SEMUA ORANG AKAN MEMBACA MELALUI SELURUH ASPEK KEHIDUPAN KITA. KITA TIDAK PERNAH TAHU, BERAPA BANYAK ORANG YANG MEMBACA SURATAN KRISTUS YANG TERTULIS DALAM POLA KEHIDUPAN KITA. JIKA KITA MENYANDANG STATUS SEBAGAI ORANG KRISTEN. KITA MEMIKUL NAMA KRISTUS. BANYAK ORANG INGIN MELIHAT KEMULIAAN TUHAN TERGAMBAR DALAM DIRI KITA SEBAGAI ORANG KRISTEN. “KRISTEN BUKAN HANYA LABEL” TETAPI SEBUAH TANGGUNG JAWAB MEMIKUL NAMA KRISTUS.
APA YANG MENJADI PIKIRAN ANDA, akan menjadi perkataan yang keluar dari diri Anda.
PERHATIKAN KATA-KATA Anda, perkataan Anda akan menjadi tindakan Anda.
PERHATIKAN TINDAKAN Anda, tindakan Anda akan menjadi sebuah kebiasaan ..
PERHATIKAN KEBIASAAN Anda, kebiasaan Anda akan menjadi karakter.
PERHATIKAN KARAKTER Anda, karakter Anda akan menjadi takdir atau penentuan jalan hidup Anda.

JIKA KAMU PERCAYA

Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" -- Yohanes 11:40

Ketika ibu saya sakit, saya sangat ingin Tuhan menyembuhkannya lewat mukjizat, sehingga tak perlu operasi. Namun, saya harus menerima kenyataan yang berbeda. Ibu saya harus dioperasi dan menjalani kemoterapi. Iman saya harus berhadapan dengan ujian untuk tetap teguh percaya walau jalan yang ditempuh tampak berbeda. Akan tetapi, mukjizat itu tetap ada. Iman orang tua saya—yang saat itu baru mengenal Tuhan—tetap teguh bertahan menghadapi semua proses tersebut. Bahkan, mereka mengakui kebesaran dan kebaikan Tuhan lewat peristiwa ini. Ibu saya pun sembuh dari sakit. Sampai akhirnya, kedua orangtua saya justru jadi Kristen, percaya kpd Tuhan Yesus Kristus setelah pengalaman tersebut, bahkan juga nenek dan bibi saya.

Kerap kali kita memiliki pemikiran yang berbeda dengan Tuhan, sehingga kita menjadi kecewa, bingung, dan sedih. Demikian pula dengan Maria. Ia berharap Tuhan Yesus datang saat Lazarus masih terbaring sakit, sehingga ia tidak akan mati (ayat 32). Kenyataannya, justru sebaliknya. Tuhan menunda datang. Namun, di tengah ketidakmengertian Maria akan pemikiran Tuhan, Dia meminta agar Maria tetap percaya. Sebab ketika orang percaya, maka ia akan melihat kemuliaan Tuhan (ayat 40). Dan inilah yang Tuhan tunjukkan; kebangkitan Lazarus membuat banyak orang menjadi percaya (ayat 45).

Ketika hal-hal yang terjadi di hadapan kita tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, dan kita sama sekali tidak mengerti rencana Tuhan, maukah kita tetap percaya? Sebab, Dia hendak menunjukkan kemuliaan-Nya, hingga akhirnya membuat kita mengerti apa maksud dan rencana Tuhan di balik semua yang terjadi.


PERCAYA SAJA—TAK ADA LEBIH TUHAN BERJANJI AKAN MEMPERLIHATKAN KEMULIAAN-NYA. PERCAYA MODAL ORG KRISTEN KE Sorga....Jangan sok mampu utk nambah2 (baca Efesus 2:8-9). Amen..!

BUKAN HANYA BELAJAR, TETAPI MELAKSANAKANNYA

Amsal 6:6 Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak.

Mari kita amati kehidupan semut :
1. Semut binatang lemah tetapi mereka tidak hidup individualisme. Mereka hidup berkelompok dan bersatu. Sehingga semut dapat mengalahkan hewan yang jauh lebih besar daripadanya.
2. Semut rajin. Selalu bekerja mencari makanan di saat musim panas. Sehingga saat musim dingin tiba, mereka semua tidak mati kelaparan. Peka akan waktu.
3. Ramah dan setia. Sesama semut, jika bertemu saling menyapa, tidak bertengkar. Setia kepada ratunya.
4. Mengerti akan tanggung jawab, hidup teratur. Semut yang bertugas mengumpulkan makan adalah semut pekerja, ada semut yang tugasnya menjaga sarang. Semua melakukan tugasnya masing-masing tanpa saling bertengkar, hidup damai.
5. Aktif tidak pernah diam berpangku tangan.
Manusia juga adalah makhluk sosial, bukan individualisme. Tetapi karena memiliki rasa ego yang masih tinggi, manusia sulit untuk bersosialisasi. Karena memiliki rasa aroganisme, maka sering terjadi pertengkaran. Mari kita belajar dari semut, miliki rasa rendah hati dan dahulukan kepentingan orang lain, saling menyapa dan ramah satu sama lain, tidak memanfaatkan yang lebih lemah. Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk memiliki hati seorang hamba.
Semut mengerti tanggung jawab tugasnya, rajin dan aktif. Setiap manusia pasti memiliki tanggung jawab. Hanya saja terkadang manusia melalaikannya, untuk kepentingan diri sendiri. Tanggung jawab itu dibuat adalah untuk menyeimbangkan hak yang dimiliki manusia. Supaya semua berjalan tertib dan lancar. Kadangkala kelalaian kita disebabkan karena kemalasan atau merasa tidak ada yang memimpin. Merasa pimpinan tidak melihat, dan lain sebagainya. Tuhan mengajarkan kita untuk tetap tertib dan disiplin, serta taat. Jangan hidup bermalasan. Perhatikan teladan Kristus, apakah Tuhan Yesus pernah meneladankan hidup malas ? Ia selalu mengajarkan kita untuk melakukan apa yang menjadi bagian kita. Setiap kali akan ada mujizat yang dilakukanNYA, pasti ada hal yang harus dilakukan manusia. Misalnya saja peristiwa pesta kawin di Kanna. Sebelum mujizat terjadi, ada orang-orang yang aktif mengisi tempayan dengan air. Setelah itu barulah terjadi mujizat air menjadi anggur. Jangan pernah berharap akan mujizat jika kita hanya diam saja. Jangan menuntut Tuhan melakukan tanggung jawab-NYA, jika kita sendiri lalai. TUHAN TIDAK PERNAH LALAI, IA SELALU MENGERTI AKAN TANGGUNG JAWAB-NYA KEPADA MANUSIA CIPTAANNYA. BAGAIMANA DENGAN KITA ?
Hidup rukun dan damai, tidak saling bertengkar, tidak saling menjatuhkan satu sama lain akan terasa lebih nyaman. Jangan oleh karena ingin kedudukan lebih tinggi, maka manusia saling menjatuhkan, saling menghancurkan. Jangan karena ingin akan milik sesama, maka manusia saling fitnah, saling bunuh. Demi memuaskan kepentingan sendiri, bisa saja manusia saling injak, saling serobot. Amatilah saat orang mengantri sembako. Berapa banyak yang jadi korban saat mengantri? Perhatikan kendaraan umum, berapa banyak yang saling mendahului hingga terjadi kecelakaan ?

Hidup tertib, disiplin, rendah hati, rajin, saling mengasihi, bersosialisasi, sudah diteladankan dan diajarkan oleh Kristus, agar kita meniru-NYA dan memiliki krakter Kristus dalam diri kita manusia. Sebab kita dipersiapkan untuk menuju Kerajaan Allah. Di sana tidak ada perseteruan, tidak ada kemalasan, tidak ada kelalaian, semua teratur, semua bersatu dalam satu PIMPINAN TERTINGGI.

MARI KITA BUKAN HANYA MENGAMATI DAN BELAJAR, TETAPI MELAKSANAKANNYA. UBAHLAH POLA DAN CARA PANDANG HIDUP KITA. JADILAH BIJAK, KARENA WAKTUNYA SUDAH SANGAT DEKAT. JANGAN SAMPAI TERLAMBAT. KETIKA TUHAN DATANG, KITA BELUM TERLATIH. MAKA KITA AKAN MENYESAL.
Haleluya (ml)

APAKAN ANDA PRIBADI YANG CARI TUHAN?

Yeremia 29:7
Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.



Hari demi hari, jika kita melihat berita yang ditayangkan di berbagai media, kondisi Indonesia semakin tidak menentu. Bencana alam tidak henti-hentinya mendera, gempa bumi, gunung meletus, banjir dan banyak lagi lainnya. Tidak berhenti disana, masyarakat sepertinya dengan mudah terprovokasi sehingga muncul berbagai kericuhan di berbagai wilayah negeri ini.

Banyak orang diluar sana sedang mencari sebuah harapan, mereka bertanya akankah Indonesia menjadi lebih baik. Namun tidak seorang manusia pun bisa menjawab. Apakah Anda mau menjawab pertanyaan mereka?

Saat ini Tuhan sedang mencari seseorang yang mau mempertahankan negeri ini dihadapan-Nya, sama seperti yang diungkapkan-Nya pada Yehezkiel, “Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya. ” (Yehezkiel 22:30). Jika di jaman Yehezkiel Tuhan tidak menemukan, pada hal Dia hanya mencari “seorang”, maka hari ini mari berikan diri kita sehingga Tuhan tidak hanya menemukan satu orang saja, namun sebuah generasi yang mau mempertahankan bangsa ini dihadapan Tuhan agar bangsa ini diselamatkan.

Mari pagi ini kita berhenti sejenak dari fokus kepada diri sendiri, dan mengijinkan Tuhan untuk menaruh beban atas bangsa Indonesia dalam hati kita. Mari berdoa bagi pemulihan Indonesia. Mari lepaskan perkataan damai sejahtera atas bangsa ini. Mari kita berseru dan merendahkan diri dihadapan Tuhan, memohon pengampunan atas dosa-dosa negeri ini seperti yang Nehemia lakukan ketika ia mendengar keadaan negerinya yang porak-poranda (Nehemia 1:4).

Tuhan sedang mencari “seorang” yang mau mempertahankan negeri ini dihadapannya. 

Apakah orang itu Anda?

NANTI SAJALAH

Pembacaan dari Kisah Para Rasul 24:1-27

Feliks, seorang wali negeri , ia menerima laporan dan dakwaan bahwa Paulus berbuat keonaran. Feliks orang yang mengerti akan Jalan Tuhan. Tetapi ia tidak dapat membela perkara Paulus. Waktu Paulus dipenjara, ia memanggil Paulus untuk mendengar tentang ajaran kepercayaan kepada Yesus Kristus. Ketika Paulus memberitakan tentang penghakiman yang akan datang dan tentang penguasaan diri, Feliks menjadi takut, dan ia tidak mau mendengarnya (Ayat 25).”Cukuplah dahulu dan pergilah sekarang......... “ Feliks tidak mau melanjutkan percakapan, mungkin karena takut oleh karena jabatannya mempengaruhi kehidupannya, ia merasa telah bertindak tidak adil hanya demi mempertahankan jabatannya. Walau orang sekeliling tidak mengetahui hatinya, tetapi Tuhan sangat tahu akan isi hatinya. Feliks yang mengerti akan ajaran Tuhan, sadar akan hal itu.

Sahabat terkasih dalam Yesus Kristus, kita juga suka bersikap seperti Feliks. Begitu mendengar berita kebenaran, atau seseorang yang menunjukkan bahwa kita ini sebenarnya harus memperbaiki sikap dll, kita langsung menghentikan percakapan atau mengalihkannya, KITA BERKATA DALAM HATI, “NANTI SAJALAH DENGARNYA”. Tidak mau mendengar mungkin disebabkan karena beberapa hal, seperti : Merasa tersinggung, merasa terpojok, merasa diri belum sanggup merubah sikap, dll
Memang sebuah kenyataan kebenaran yang diberitakan orang sangat menyakitkan. Menyakitkan telinga dan perasaan. Tetapi sebenarnya tujuannya untuk mengobati dan memperbaiki kita, bahkan menyelamatkan. Perhatikanlah orang yang tidak mau mendengar kenyataan akan kesalahan dirinya, ia menjadi orang yang arogan dan merasa selalu benar, jiwanya lama kelamaan sakit. Selalu mempersalahkan orang lain akan penyebab terjadinya peristiwa. Orang yang seperti ini tidak memiliki damai sejahtera dalam hidupnya. Setiap saat selalu marah dan tersinggung. 

Sahabat, mari kita belajar untuk berani menerima berita kebenaran , walau tidak enak di telinga dan perasaan, tetapi ingatlah, bahwa orang yang berani memberitakan kebenaran pada kita berarti dia mengasihi kita. Dia ingin kita memiliki kedamaian dalam hidup ini, dia ingin kita di jalan yang benar. Obat tidak ada yang enak, namun obat membuat kita sembuh dan sehat. Jika jiwa kita sudah sehat, pola hidup kita juga sesuai dengan jalan Tuhan, maka sukacita dan damai sejahtera menjadi bagian kita. Jangan pernah berkata “NANTI SAJA”, pada pemberitaan kebenaran. Terimalah semuanya dengan hati terbuka .
TUHAN SANGAT MENGASIHI KITA SEMUA (ml)

BANGUN LAGI

Nats: Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana (Amsal 24:16)

Bruce adalah raja negeri Skotlandia pada zaman dulu. Enam kali ia gagal memimpin pasukannya melawan Inggris. Mereka selalu kalah dihajar musuh dan terpaksa melarikan diri ke hutan. Sementara bersembunyi di gubuk kosong menyesali kegagalannya dan berputus asa, ia melihat laba-laba yang merajut sarang. Enam kali berturut-turut serangga itu berusaha sekuat tenaga mengaitkan salah satu ujung benang ke balok kayu di seberang, tetapi selalu gagal. "Kasihan, seharusnya kau menyerah saja!" bisik hati Bruce. Namun, laba-laba itu mencoba lagi dan berhasil! Ini memberinya inspirasi dan semangat baru. "Aku akan bertempur lagi untuk yang ketujuh kalinya!" teriak Bruce. Ia bangun, mengumpulkan dan melatih lagi sisa-sisa pasukannya; mengatur strategi dan menggempur kembali pertahanan musuh, sampai mereka terusir dari tanah airnya.

Semangat juang dan pantang menyerah memang perlu, terlebih di masa kesukaran. Yosua, sepeninggal Musa, mesti memimpin Israel masuk tanah perjanjian. Tuhan memberinya semangat supaya tidak kecut dan tawar hati (Yosua 1:9). Sebab, tawar hati hanya membuat kekuatan berkurang. Seperti nasihat penulis Amsal: "Tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali" (Amsal 24:16).

Salah satu penyebab orang tawar hati adalah kegagalan berulang kali. Namun, banyak tokoh besar dunia punya sederet pengalaman gagal sebelum berhasil tiba di puncak. Sebut saja Abraham Lincoln dan Albert Einstein. Yang pasti, keberhasilan mereka tak akan terpatri di sejarah jika pada kegagalan terakhir mereka tidak mau bangun lagi. Apakah kegagalan sedang menimpa Anda? Jangan tawar hati atau menyerah; bangkit dan berjuanglah lagi!

TAK SOAL BERAPA KALI ANDA JATUH YANG PENTING, MASIHKAH ANDA MAU BANGUN KEMBALI? YANG PASTI KESELAMATAN ORG PERCAYA TERJAMIN (YOh3:16)..AMEN.!

NILAI US $ 100..??

Pembacaan Alkitab : Mazmur.116 : 1-19

Suatu hari, seorang motivator terkenal membuka seminarnya dengan cara unik. 
Sambil memegang uang pecahan US $ 100, ia bertanya kepada hadirin, “Siapa yang mau uang ini?”
Tampak banyak tangan diacungkan, pertanda banyak yang minat. 

“Saya akan berikan uang ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini.” 
Ia berdiri mendekati hadirin. 
Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat. 

Lalu bertanya lagi, “Siapa yang masih mau uang ini?” 
Jumlah tangan yang teracung tak berkurang.

“Baiklah,” jawabnya, “apa jadinya bila saya melakukan ini?” ujarnya sambil menjatuhkan uang ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya. :gila: Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi. 

“Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?” 
Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak.

“Hadirin sekalian, Anda baru saja mendapatkan sebuah pelajaran penting. Apa pun yang terjadi dengan uang ini, Anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya. 
Biarpun lecet dan kotor, uang ini tetap bernilai 100 dolar.”

Dalam kehidupan ini, kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan berlepotan kotoran akibat keputusan yang kita buat dan situasi yang menerpa kita. 
Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti. 
Padahal apapun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata Tuhan Yesus, dan org-org yang mencintai Anda.

So, setiap kali merasa diri tak berarti, ingatlah akan selembar uang 100 dolar tersebut.
Jangan pernah lupa – Anda adalah SPESIAL. Selamat hari minggu. Tuhan berkati. Damai Negeriku SejahteraBangsaku........Amen.!

BAHAYA PIKIRAN

2 Korintus 10:5b Kami mengendalikan segala pikirandan menaklukkannya kepada Kristus.

Pikiran sangat berpengaruh pada kehidupan kita. Jika kita isi untuk hal-hal positif, maka hasilnya akan positif, tetapi jika sebaliknya, maka hasilnya negatif.Misalnya : Saat seseorang sedang merasa kesepian,merasa sedang disakiti, dll, ia selalu berpikir bahwa ia adalah orang yang paling tidak disukai, sehingga ia dijauhi. Lalu mulai timbul pikiran-pikiran yang negatif, seperti ingin bunuh diri, memikirkan untuk membalas dendam dan lain- lain. Saya mengenal seorang wanita yang kini hidupnya seperti seorang pria. Mulanya ia wanita normal, tetapi karena sering disakiti pria, juga oleh papanya, ia mulai membenci kaum pria, dan ia mulai menyukai wanita. Ia menanamkan dalam pikirannya bahwa ia adalah seorang pria, sehingga ia bersikap seperti apa yang ia pikirkan dan ia berjanji akan menjadi pria yang baik terhadap wanita. Jadilah ia wanita dengan karakter dan penampilan pria.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita, untuk dapat mengendalikan pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus. Sebab tidak ada manusia yang hidupnya selalu gembira dan bahagia. Setiap orang akan mengalami masa-masa tertekan oleh orang dan keadaan disekitarnya. Saat seperti inilah kita harus dapat mengendalikan pikiran, mengarahkan kepada kebenaran firman.
Suatu ketika saya pernah mengalami, saat dimana saya merasa benar-benar tertekan. Disitulah saya merasakan betapa kuatnya pikiran mempengaruhi kita. Jika kita tidak mampu mengendalikan kearah positif maka dengan perlahan dan pasti kita akan terseret untuk melakukan hal negatif yang merugikan diri sendiri. 
Oleh sebab itu, kendalikan pikiran dan mengarahkannya kepada Kristus. Sebab setiap permasalahan pasti akan mendapatkan jalan keluar. Kristus akan memberikan kita kekuatan dan solusi bagaimana cara mengatasinya, apabila pikiran kita terarah pada-NYA. Jangan biarkan pikiran negatif menghancurkan hidup kita.

TERPUJILAH KRISTUS. (ml)

BELAJAR DARI GEMPA DAN KEHANCURANNYA

Apa yang akan terjadi dalam hidup manusia tidak pernah ada yang tahu, orang tidak tahu kalau akan terjadi gempa atau badai dalam dirinya karena semua itu kadang diluar nalar manusia.

Beberapa saat yang lalu, kita disibukan dengan banyak kabar tentang gempa dan bencana dan saat ini keadaan lebih baik dan lebit tenang dengan belum terdengar adanya gempa.

Semua orang akan menjadi "ngeri" karena gempa itu karena gempa telah meluluh lantakkan kehidupan mereka termasuk keadaan sekitar mereka.

Tapi apa yang terjadi setelah gempa.

Gempa bisa mengubah segalanya, dari gempa solidartas muncul, keperpihakan hadir dan semangat juang tumbuh.

Setelah gempa, orang keluar dari zona nyaman keadaanya ke zona yang tidak pasti karena hidup harus terus berjuang membangun diri setelah gempa terjadi

Setelah gempa ada yang cepat bangun untuk membangun tapi ada juga yang terlelap dalam mimpi buruknya dan terperosok lebih dalam di sana.

Yang pasti setelah kehancuran itu ada banyak yang lebih baik daripada sebelumnya.

"Allah kadang memang menghancurkan dunia seseorang untuk memberikan dunia baru yang lebih baik".

Sama seperti gempa bumi demikianlah juga terjadi gempa dalam hidup seseorang.

Bagi orang beriman Gempa ini dipandang berasal dari rencana Allah untuk kehidupan seseorang.

Jika orang hidup dalam ketidak syukuran mereka akan menyalahkan keadaan dan Allah serta tidak menyadari kalau dunia baru sedang dimulai sejak gempa itu terjadi.

Saya pernah mengalami gempa dan badai hebat dalam hidup ini yang meluluhlantakkan hidup saya hingga tinggal puing-puing tidak berarti.

Tapi setelah gempa itu, saya menemukan jalan baru yang lebih indah setelah jalan sebelum gempa itu karena jalan itu saya bangun bersama Ia yang mengijinkan gempa itu terjadi.

Puing-puing itu kembali saya susun menjadi bangunan yang berbeda dari bangunan sebelumnya dengan cara pandang yang berbeda pula.

Pertama aneh tapi lama kelaman terasa lebih indah bahkan mengagumkan terutama bagi saya dan bagi mereka yang melihat keberadaannya setelah terjadi gempa kehidupan ini.

Maka saya selalu yakin kalau setelah tikungan selalu akan ada jalan lain yang lebih indah dalam kehidupan seseorang.

Setelah badai dan gempa kehidupan selalu akan ada hal terindah dalam hidup. Banyak orang telah mengalaminya, setelah jatun, ditingalkan, berani bangkit dan akhirnya tampil lebih percaya diri dan mempesona banyak orang yang melihatnya.

Maka jangan pernah patah semangat dan pupus harapan setelah ada gempa menghajar hidup Anda, yakinlah diri kalau akan ada keindahan baru karena hidup masih bisa ditata dan dibangun dengan lebih leluasa dari awal kehidupan setelah gempa atau badai itu.

Sambutlah hari dengan semangat dan keyakinan baru walaupun gempa baru menghantam hidupi dan lihatlah, "Allah menghancurkan duniamu saat ini dan Ia akan menggantikannya dengan dunia baru yang lebih indah dan lebih menawan hati".

Salam dalam syukur, salam dalam cinta, salam dalam keberanian untuk bangkitdan bangun mendirikan rumah kehidpanbaru dengan lebih indah bersama Tuhan setelah gempa dan badai hidup terjadi. Salam dalam pembaharuan dan pembangunan hidup setelah gempa atau badai.

"Lihatlah, Allah sedang merenda hidupmu menjadi kain yang indah serta sedang membangun dirimu menjadi istana yang indah setelah hidupmu dihancurkan oleh badai dunia ini. Sungguh dalam Allah selalu ada pembaharuan dan cinta untuk membangun hidup kita".

"Allah tidak jahat dengan badai itu, tapi Ia sedang menata hidup kita". Salam dalam cinta membangun dunia baru setelah badai hidup.

AKIBAT SALAH BERGAUL

Nats: Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak (Amsal 13:20)

Berbagai penelitian mengungkap. bahwa pengaruh teman terhadap pengambilan keputusan dan perilaku seseorang sangat besar. Hasil penelitian Profesor Dadang Hawari, misalnya, menyatakan bahwa 81, 3% pengguna narkotika didorong oleh pengaruh teman. Komnas Perlindungan Anak juga mencatat pengaruh teman sebagai salah satu pendorong utama anak-anak terjerumus ke dalam kebiasaan merokok. Di Amerika pernah dilakukan penelitian tentang bagaimana seseorang memutuskan membeli sebuah barang. Hasilnya, pengaruh teman menduduki urutan nomor dua di bawah iklan.

Besarnya pengaruh teman tak dapat disangkal. Kedekatan dan keakraban dengan seseorang dapat membuat kita percaya bahkan memercayakan diri, kepadanya. Kita bisa lebih mendengar dan menghargai pendapatnya daripada orang lain, bahkan keluarga. Tak jarang keputusan kita ikut ditentukan oleh teman.
Itulah yang dialami oleh Rehabeam, anak Salomo, cucu Daud. Suatu ketika ia harus berhadapan dengan perkara yang pelik (ayat 4). Pertama-tama ia datang kepada para penasihat, para tua-tua yang pernah menjadi pendamping ayahnya (ayat 6, 7). Namun, ia kemudian mengabaikan nasi-hat mereka dan memilih untuk mengikuti nasihat dari teman-teman sebayanya (ayat 8). Akibatnya pun sangat fatal: rakyat memberontak terhadap Dinasti Daud.
Siapa teman-teman dekat kita akan turut mengasah pemikiran dan batin kita, bahkan juga membentuk kebiasaan-kebiasaan dan karakter kita. Tidak jarang teman-teman dekat kita itu juga turut memengaruhi keberhasilan dan kega-galan kita, bahagia dan derita kita. Maka, baiklah kita berhati-hati memilih teman-teman dekat.

PILIHLAH DAN JADILAH TEMAN YANG BIJAK AGAR DARI SETIAP HIDUP DIHASILKAN BUAH BERKAT YANG BANYAK....Jadilah hidupmu agar dpt menjadi panutan..... Amen

BELAJAR DARI TISSU

Di atas meja sebuah restoran, kertas tissue berbicara pada dirinya sendiri. "Seandainya ... aku bunga, pasti penampilanku akan lebih baik" keluhnya sambil menatap bunga yang ada di vas bunga sebelah. Kemudian datanglah seorang pemuda. Sambil menunggu pesanan datang ia mengambil kertas tissue tadi. Lalu dengan tangan terampil mulailah pemuda tadi melipat-lipat kertas tissue tersebut, memelintirnya, melipat-lipatnya sampai akhirnya kertas tissue tadi berubah menjadi bunga mawar putih yang indah.

Alamiah apabila kita punya keinginan untuk berubah menjadi lebih baik dari hari-hari yang lalu. Tetapi mengapa sampai saat ini kehidupan kita masih seperti itu-itu saja, tidak ada perubahan...? Mungkin kita perlu belajar seperti kertas tissue yang menyerahkan dirinya dibentuk menjadi bunga. Kertas tissue tidak bisa merubah dirinya sendiri...ia perlu bantuan..dan ketika bantuan datang ia pasrah dan tidak menolak..menyerahkan diri sepenuhnya kepada sang pemuda.

Sebagai manusia yang diliputi keterbatasan maka sulit bagi kita untuk mengubah diri dan kehidupan kita tanpa bantuan kuasa-Nya. Maka ketika Tuhan berkarya dalam diri kita, seharusnya kita pasrah pada rancangan-Nya, dengan kata lain yaitu tidak memaksa Tuhan mengikuti keingingan-keinginan kita. Kesan "memaksa" tercermin dalam doa-doa kita yang terdengar seperti "mendikte" Tuhan. "Tuhan !!!..berilah aku ini-itu ..bla-bla-bla..dst.". Kita lupa bahwa sebenarnya Dia yang menciptakan kita maha tahu apa yang kita butuhkan.

Untuk itu, mari kita lebih pasrah lagi ketika Tuhan "membentuk" kita...karena rancangan-Nya pasti yang terbaik. Maka, sangatlah tepat bila rumusan doa-doa kita diakhiri kalimat: "Tuhan.....kabulkanlah permohonan-permohonanku ini sekiranya selaras dengan kehendak dan rancangan-Mu..amien".

BUDAK

Bacaan hari ini: Lukas 17:7-10
Ayat emas hari ini: Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan." Lukas 17:10

Menurut Wikipedia, perbudakan adalah sebuah sistem di mana manusia menjadi hak milik orang lain. Dan sejak mereka dibeli atau ditebus oleh seseorang, maka budak itu tidak lagi punya hak atas dirinya sendiri. Ia harus mengabdi penuh pada tuannya, sama sekali tak boleh menolak jika disuruh bekerja, apalagi meminta upah—yang berupa pujian sekalipun. Bahkan dalam beberapa budaya, para pemilik budak dilegalkan untuk membunuh budak yang hak hidupnya ada di tangan mereka.

Di Alkitab kita juga mengenal istilah “hamba” sebagai ganti kata “budak”. Dan serupa dengan budak, sesungguhnya hidup kita pun sudah “dibeli lunas” oleh Tuhan dengan sangat mahal—tak terbeli oleh harta apa pun—yakni dengan darah-Nya sendiri (1 Petrus 1:19). Itu berarti hidup kita bukan hak kita sendiri lagi (Galatia 2:20), melainkan hak Tuhan sepenuhnya, yang “membeli” kita. Maka, bukan keinginan dan mau kita yang semestinya kita lakukan selagi singgah di bumi ini, melainkan kemauan dan kerinduan Tuhan Yesus, Pemilik hidup kita.

Itu sebabnya, mari kita giat melakukan pekerjaan Tuhan. Kita yang tak punya hak hidup atas diri kita sendiri tak sepatutnya menolak bekerja bagi Dia. Hidup kita—dengan segala talenta yang dipunya—adalah milik Tuhan. Maka, kita harus memakainya untuk memuliakan Dia. Lakukan segala pekerjaan baik dengan setiap talenta kita, sebaik dan semaksimal mungkin. Dan jika kita telah melakukannya, tak perlu kita mengharap pujian atau ucapan terima kasih. Sebab semuanya dari Dia, dilakukan oleh pertolongan-Nya, dan bagi kemuliaan-Nya saja (Roma 11:36). Dan, kita hanya “melakukan apa yang seharusnya kita lakukan”

SEBAB HIDUP INI BUKAN HAK KITA LAGI MAKA SEMUA YANG KITA LAKUKAN HANYALAH YANG DIA INGINI.

SEKOLAH PADANG GURUN

Pembacaan dari Keluaran 13:17,18

Sebagai orang percaya, kita jangan berharap melewati hidup dengan keadaan nyaman. Sebab bukan itu yang dikehendaki oleh Allah. Apakah Allah kejam ? Tidak !! Allah hanya mengingini anak-anak yang tangguh, bukan anak-anak cengeng dan manja danAllah mengingini anak-anak yang setia. Oleh sebab itu Allah mengijinkan kita belajar lewat PADANG GURUN kehidupan ini. Seperti kita ketahui bahwa suasana padang gurun sangat panas terik dan gersang. Kita akan merasa sendirian seperti ditinggalkan, seperti sedang dihukum, seperti terjebak pada satu situasi yang tiada pernah berakhir.
Suasana sekolah padang gurun ini memang sangat tidak mengenakkan. Tetapi mari kita mengubah pola pikir, di sekolah padang gurun ini kita mengalami :

1. Ujian Hati. Tuhan melihat hati kita. Ia ingin kita memiliki hati yang murni dan tulus di hadapan-NYA. 
2. Pemurnian. Agar kepribadian kita tampil seperti emas yang berkwalitas,berkilau dan tahan uji. Walau pun sakit dan tidak mengenakkan kita harus rela mengalami pemurnian.
3. Memiliki pola pikir yang baru. Punya mental baru. Bukan mental dan pola pikir seorang budak, yang kerjanya harus diperintah dahulu baru jalan. Kita harus punya inisiatif kerja. Sehingga kita akan memperoleh kemenangan.
Pola pikir yang baru adalah pola pikir yang luas, tidak picik. Mengikuti pola pikir Allah.
4. Sekolah padang gurun adalah masa persiapan untuk mengemban tugas dan tanggung jawab yang lebih besar. Kita harus siap dikosongkan untuk menerima perubahan dalam hidup kita. Tuhan ingin memperbesar kapasitas kita sebagai orang percaya.

BAGAIMANA KITA MENYIKAPI SEKOLAH PADANG GURUN INI ?
1. Tetap melangkah ke depan, meskipun kita tidak mengerti.
2. Jangan menyimpang.
3. Hidup berbuah/menjadi berkat bagi orang lain. Harus terlihat buah pertobatan dan buah roh.
4. Tetap memiliki kwalitas hidup seperti emas, semakin dibakar akan semakin murni.

Jangan menolak SEKOLAH PADANG GURUN dari Tuhan. Semua untuk kebaikan kita. Tuhan sedang mempersiapkan mempelai yang berkwalitas. (ml)

TUHAN MEMBERKATI

RAKUS

Pembacaan Alkitab : Bilangan 11:4-6, 31-35

Nats: Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya (Lukas.11:3)


Sepasang pengantin merayakan pesta pernikahan mereka di sebuah restoran mewah di Taipei. Sebagai bonus, keduanya boleh minum bir dan wine sepuasnya tanpa biaya tambahan. Mumpung gratis, Wu, si pengantin pria, menenggak minuman keras sebanyak-banyaknya. Sepulang dari pesta, wajahnya mendadak pucat. Segera Wu dilarikan ke rumah sakit. Jantungnya tidak tahan menerima asupan alkohol begitu banyak. Malam itu juga ia meninggal. Pada hari pernikahannya.
Kerakusan berbahaya. Nafsu rakus muncul saat orang merasa berhak memperoleh lebih. Umat Israel telah diberi Tuhan cukup makanan. Setiap pagi mereka menerima mukjizat. Manna tersedia di depan tenda.
Tinggal dipungut dan dimasak. Namun, nafsu rakus membuat mereka tidak puas. Mereka menuntut lebih: minta diberi daging. Tuhan murka, lalu menghukum dengan menuruti kemauan mereka. Dikirimnya burung-burung puyuh. Banyak sekali. Setiap orang mengumpulkan minimal 10 homer. Setara dengan 50 ember besar berisi daging puyuh! Setelah diawetkan dengan cara dikering-kan, daging itu malah jadi makanan beracun yang mematikan.

Nafsu rakus muncul bukan cuma dalam soal makan-minum, melainkan juga dal-am soal harta, kuasa, seks, pengetahuan, pengaruh, dan lain-lain. Gejalanya: kita merasa tidak puas terhadap berkat Tuhan, lalu menuntut lebih. Lalu segala cara pun kita tempuh. Hati kita berbisik: "Ayo, ambil lebih banyak lagi. Kamu bisa!" Jika nafsu rakus itu akhirnya bisa tersalurkan karena ada kesempatan, jangan buru-buru berkata: "Itu berkat Tuhan!" Bisa jadi itu sebuah hukuman!

HUKUMAN TUHAN PALING MENGERIKAN IALAH SAAT DIA MEMBIARKAN ANDA PUNYA SEMUA YANG ANDA INGINKAN (1tim6:8....asal ada makanan dan pakaian, cukuplah)......Amen

DIPOJOKKAN

Pembacaan Alkitab : Mazmur 56

Nats: Kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? (Mazmur 56:12)


Daud pernah mengalami masa-masa yang sulit dalam hidupnya, terutama ketika ia terpaksa hidup dalam pelarian karena dikejar-kejar untuk dibunuh oleh Raja Saul. Ia hidup dalam tekanan, terlunta-lunta dari satu tempat ke tempat yang lain; mulai Nob, Gat, Gua Adulam, hingga Padang Gurun Zif. Ia harus terpisah dari keluarganya; kele-lahan dan kelaparan; terancam dan keta-kutan. Ia merasa sendirian, dan semua orang seolah-olah bangkit memusuhinya.

Mazmur 56 ditulis Daud ketika ia ditangkap oleh orang Filistin di Gat, dan ia sampai terpaksa berpura-pura gila (1 Samuel 21:10-15).
Akan tetapi, di tengah ketakutan dan kepahitan hidupnya itu, Daud justru menemukan kebenaran sesungguhnya. Ia tahu bahwa manusia bisa mereka-reka-kan sesuatu yang jahat untuknya, memusuhi dan menginginkan kecelakaan diri-nya, tetapi ia tidak gentar. Sebab ia tahu persis, dalam perlindungan Allah, ia aman.

Saat ini mungkin kita tengah mengalami situasi seperti Daud. Kita dipojokkan oleh rekan sekerja yang bermaksud menjatuhkan kita, diancam oleh orang-orang yang membenci kita, ditinggalkan teman dekat karena kebenaran yang kita perjuangkan. Kita ditentang oleh keluarga dan kerabat sendiri, disalahartikan oleh rekan sepela-yanan yang terus mencari-cari kesalahan kita. Jika kita berada dalam posisi begitu, jangan kecil hati ataupun kalut. Perkuat kepercayaan kepada Allah, sehingga seperti Daud kita bisa berkata: "Kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" (ayat 12). Ya, jika Allah di pihak kita, kepada siapa kita perlu takut? 

ANDALKAN ALLAH DALAM TUHAN YESUS, MAKA KITA TIDAK AKAN KECEWA. Amen